LIFE FEST 2017: Diplomasi Sastra Amerika Latin dan Indonesia

0
29

Amerika Latin menjadi narasi besar yang digagas dalam acara LIFE (Literature and Ideas Festival) 2017 yang dihelat Komunitas Salihara, 7-28 Oktober 2017. Kemiripan latar belakang historis dengan Indonesia, membuat Komunitas Salihara memilih Amerika Latin. Kemiripan tersebut di antaranya, dari segi politik dan sejarah, kolonialisme, pengalaman perang dingin, represi dari rezim militer, dan demokrasi.

Di lain sisi, dari segi nilai-nilai religi dan budaya, beberapa agama lokal dan agama impor saling berinteraksi. Meski ada perbedaan, di Indonesia, agama lokal kerap kali direpresi oleh penganut agama impor. Sementara di Amerika Latin, agama lokal berbaur harmoni dengan agama impor.

“Membaca karya sastra di luar sastra Indonesia menjadi perlu. Agar tidak terjebak dalam nasionalisme berlebihan. Karya-karya sastra dari Amerika Latin menjadi salah satu yang membuka wawasan kesusasteraan dunia,” papar Ayu Utami, direktur LIFE Fest 2017, di Komunitas Salihara, sabtu (7/10).

Tak ketinggalan, kuliner pun menjadi salah satu kesamaan antara Indonesia dan Amerika Selatan. Singkong, cabai, dan jambu monyet yang begitu umum dikenal sebagai panganan lokal di Indonesia, namun ternyata panganan tersebut berasal dari negeri telenovela.

Sahut-sahutan puisi dari Yusi Avianto Pareanom dan Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie (Indonesia), serta Pablo Jofre (Chile) menjadi menu pembuka. Puisi-puisi tersebut mengalun di atas instalasi epik dari perupa, Hanafi. Elemen pasir, dinding kapur, dan besi di atas sumur, menjadi visualisasi dari novel karya Juan Rulfo yang berjudul, Pedro Paramo. “Saya sudah mulai mengubah cara saya, bukan lagi membaca novel, tetapi melihat novel,” ujar Hanafi, Sabtu, (7/10).

Makan Malam Sastra
Selain musik, kuliner adalah salah satu bahasa universal yang memadukan semua golongan. Perjamuan makan malam dari kudapan Indonesia dan Amerika Latin menjadi pengalaman kuliner yang asyik. Lidah diajak untuk berpetualang rasa, mulai dari kuliner Jawa hingga Brazil. Jadilah pada malam itu, sastra dan rasa menjadi diplomasi yang harmoni antara Indonesia dan Amerika Latin. Viva, Reborn!

Jadwal LIFE FEST 2017

09-13 Oktober 2017

Art in Literature
Menulis Kritik Sastra (Writing a Literary Critique)
Penerjemahan Sastra (Translating Literature)
Seruput Cerita (Sip A History)

14-21 Oktober 2017

Klub Buku Foto
Membahas Gagasan dalam Buku Foto dari Indonesia dan Amerika Latin (Photography Book Club Discussing the Ideas Found Inside Photobooks From Indonesia and Latin America)
Indonesian Millenials Forum (IMF) di LIFE (Indonesian Millenials Forum at LIFE)
Forum Penulis Muda: Diskusi-Peluncuran Buku-Pembacaan Karya (Young Writers Forum: Discussion Book Launch-Live Reading)
Tamu dari Seberang (Guest From Across The Sea)
Diskusi Meja Bundar (Roundtable Discussion)

23-27 Oktober 2017

Bintang-Bintang di Bawah Langit Jakarta (Stars Under The Jakarta Sky)
Makan Malam Sastra (Literary Dinner)
Konser Piano Cile (Chile Piano Concert)
Pertunjukan Instalasi/Instalation Performance (Xalisco. A PLace)
Pentas Malam: Sajian dari Selatan (Night Stage: From The South)
Malam Mooi Indie (Mooi Indie Night)

28-29 Program Khusus (Special Programs)

Buku Pertamaku (My First Book)
Final Kompetisi Kritik Sastra Bandingan Tingkat SMA (Final Stage, Comparative Literature Critique Competition For High School Students)
Forum Penulis Muda (Young Writers Forum)


Program Lain – Others Programs

Pemutaran Film (Film Screening)
Pameran/Exhibition (Zalisco Performmative Exhibition: Juan Preciado)
Bazar Buku (Books Bazzar)
Malam Penutup/Closing Night (Reborn: Latin Night)

SHARE

Mulai berteater sejak 2009 di Festival Teater SLTA Se-Jabodetabek. Meminati kajian media dan seni pertunjukan teater.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here