Trubus (Untuk Kawan yang Pulang Terlalu Cepat)

0
42

Aku sedang merasakan kekosongan di dalam diriku
Kekosongan yang tiba-tiba
Seperti akar tumbuhan yang belum kokoh benar tercerabut dari tanah
Tumbuhan yang meski sudah tidak bisa lagi disebut tunas, akarnya belumlah kuat untuk mencengkeram tanah tempatnya berpijak
Diri ini bagai ceruk tanah yang terbentuk setelah akar yang baru sebentar bersemayam dicerabut tiba-tiba tanpa ampun

Aku kehilangan
Kehilangan senyum lebarmu yang manis
Kehilangan tawa riangmu yang selalu terdengar renyah di telinga
Kehilangan binar matamu setiap kali kamu menceritakan hal-hal yang menurutmu menarik dengan antusias
Juga kehilangan ekspresi wajahmu yang tetap dalam mode serius meski aku sedang mencoba berkelakar

Jadi, beginikah rasanya kehilangan?
Tak peduli sudah sekuat apa akar mencengkeram tanah
Ketika dicerabut tetap saja meninggalkan ceruk
Yang pasti akan menciptakan kekosongan
Bagi sang tanah

Jika aku tanah, bisa dikatakan aku adalah tanah yang beruntung
Karena sempat menjadi tempat akarmu berpijak
Meski hanya sebentar, hanya sampai fase tunas lewat sedikit
Entah setelah ini kamu akan dibawa ke mana
Tapi dapat kupastikan sekarang kamu sudah berada di tempat terbaik
Bagai tumbuhan, kamu adalah spesies cantik yang pantas menempati tempat yang baik

Semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu lagi
Di waktu yang akan datang, entah kapan, kuharap bisa kembali menjadi tanah bagi tumbuhan cantik sepertimu berpijak

Auf Wiedersehen

Terima kasih

Di atas K.M. Mutiara Persada III menuju Pelabuhan Panjang, Lampung
Senin, 9 Januari 2017 | 16:35 WIB

SHARE
Sherly Febrina
Part-time journalist, part-time theatrical prostitute, full-time human being. Loves kretek like loving her life. Sounds paradox eh? ;)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here