Helateater Salihara 2017

0
43

Perhelatan teater dwi tahunan kembali digelar Komunitas Salihara. Pada tahun ini, mengusung tema ‘Teater Non-Verbal’, perkembangan terbaru sengaja dipilih oleh Komunitas Salihara. Teater Non-Verbal mengandalkan eksplorasi tubuh ketimbang seni peran. Rangkaian Pementasan akan digelar pada 11, 18 dan 25 di Bulan Maret 2017. Berikut adalah jadwal lengkap Helateater Salihara 2017:

Mati Berdiri
Sena Didi Mime (JAKARTA)
Sabtu, 11 Maret 2017
20.00 WIB

Adegan-adegan dalam Mati Berdiri dirangkai dalam situasi komedi. Berangkat dari realitas Indonesia hari ini, lakon ini mengangkat perihal berhamburnya informasi yang sering memantik kegamangan. Informasi yang menjebak di antara benar atau salah, fakta atau bukan dan cara menyikapinya. Keadaan yang sukar untuk diselesaikan, menjengkelkan, membuat hidup serba-salah dan jika ingin mati saja seolah-olah harus berdiri.

Sena Didi Mime yang berdiri pada 1987 adalah kelompok mime yang digagas oleh Sena A. Utoyo dan Didi Petet sejak akhir 1970-an. Kelompok ini kerap memperoleh undangan untuk mengikuti festival pantomim tingkat internasional. Baru-baru ini mereka meraih penghargaan The Craziest Production Award dari Academy of Performing Arts, Bratislava, Slovakia (2016).

Sutradara : Yayu A.W Unru
Ass Sutradara : Stephanus Ciproet
Pemain : Almanzo Konoralma, Beni Ober, Boy Idrus, Kameo Lova, Stephanus Ciproet, Richard Kalipung, Udin Bhakti, Rasini Ahmed


Burung-Burung Prenjak
Studio Taksu (SURAKARTA)
Sabtu, 18 Maret 2017
Pukul 20.00 WIB
di Teater Salihara

Burung-Burung Prenjak bercerita tentang seorang priyayi tua yang hidup sendirian, hanya ditemani burung-burung prenjak. Kicauan burung-burung itu seolah memberi kabar dan harapan kepadanya bahwa seseorang akan datang menjenguknya. Lakon ini mengolah kepercayaan masyarakat Jawa tentang “ngelmu titen” atau ilmu firasat dan terinspirasi dari puisi “Terbangnya Burung” (1994) karya Sapardi Djoko Damono.

Studio Taksu berdiri pada 1995. Dalam berkarya kelompok teater-tari ini mengangkatdampak kemajuan teknologi pada struktur sosial dan transisi masyarakat agraris ke masyarakat industri. Studio Taksu telah menciptakan lebih dari 40 karya yang dipentaskan di Indonesia dan mancanegara.

Sutradara : Djarot B. Darsono
Pemain : Fajar Ptastiyani, Sri Hastuti, Fitria Trisna Murti, Yasina Desy, Nataliawati, Laras Wismalendya, Yudha Rena Maharani


Monopolis
Komunitas Seni Hitam Putih (PADANGPANJANG)
Sabtu, 25 Maret 2017
Pukul 20.00 WIB

Monopolis adalah pertunjukan yang mengangkat isu-isu ekonomi, sosial dan aturan hukumnya. Dialog dan konflik hadir ke dalam tubuh, properti pertunjukan, peristiwa drama, bebunyian dan tata artistik. Dalam lakon ini Indonesia diibaratkan sebuah dadu yang dimainkan oleh para aktor.

Kurniasih Zaitun adalah salah satu sutradara sekaligus aktor di Komunitas Seni Hitam Putih, sebuah kelompok teater yang berdiri sejak 1992. Ia termasuk produktif dalam mencipta karya teater, antara lain Sign Out (2014) yang meraih hibah Cipta Perempuan dari Yayasan Kelola.

Sutradara : Kurniasih Zaitun
Pemain : Fabio Yuda, Erwin Mardiansyah, Deni Saputra

SHARE
Cikal Kinasih
Unit Kegiatan Mahasiswa IISIP Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here