Manusia, Makhluk Paling Cerdas

0
4

Sebagai makhluk paling sempurna, manusia diberikan kecerdasan. Dalam ilmu teater, kecerdasan tersebut sangat penting untuk dapat menjadi aktor yang baik. Karena seni peran yang baik adalah menghayati suatu peran, menjadikan karakter tokoh menjadi bagian dari diri aktor, sehingga muncul permainan yang natural, tidak dibuat-buat.

Olah rasa melatih kecerdasan khususnya kecerdasan emosional dan spiritual. Bagaimana merasakan perasaan sedih, gembira, atau marah dengan berimajinasi dalam konsentrasi. Memfokuskan sesuatu hal sehingga kepekaan aktor dapat mengalir bebas menuju satu titik tertentu. Memang tidak mudah memiliki fokus yang tidak mudah terganggu, tapi juga tidak sulit karena sebenarnya yang perlu dilakukan hanyalah melihat dan mengamati. Dari melihat sebuah objek secara tajam dan terus-menerus, memusatkan perhatian pada objek, disadari atau tidak seluruh kesadaran tubuh memusat membentuk konsentrasi. Dan, mengutarakan detail-detail yang dilihat pada objek itu mengasah kepekaan.

Ketika berkonsentrasi pada emosi tertentu, maka akan muncul dorongan-dorongan dalam diri untuk meluapkan emosi itu. Dalam olah rasa, kepekaan yang sudah sangat runcing harus memiliki motivasi yang jelas. Artinya harus selalu ada tujuan ketika mengasah kepekaan rasa.

Untuk dapat mencapai hal itu juga dibutuhkan kecerdasan emosional untuk memahami makna dari latihan teater dan menyerahkan diri seutuhnya pada latihan. Latihan tidak akan maksimal jika hanya tubuh yang bekerja, sementara pikiran tidak dipusatkan untuk memetik ilmu yang berharga. Jika kecerdasan emosional ini tercapai, niscaya akan ditemukan manfaat dari latihan teater yang bisa diterapkan pada aspek kehidupan lain di luar teater.

Rasa yang telah terlatih akan membantu dalam mengelola emosi agar terkendali dan dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan terutama yang terkait dengan hubungan antar manusia. Selain itu juga akan mampu memotivasi diri, tidak melebih-lebihkan emosi, juga berempati. Perasaan membuat manusia meraih kualitas terbaiknya, namun kadang manusia luput dan hanya mementingkan apa yang tampak, karena itu perlu diingatkan kembali. Manusia yang cerdas adalah manusia yang bisa mebedakan kedekatan antar manusia dan kedekatan dengan Tuhan.

SHARE
Sedang serius belajar komunikasi dan teater. Masih belum mampu untuk membedakan antara realis dan absurd.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here