Mesin Waktu Itu Bernama Dolanan

0
41

Bagi yang lahir di era 90an ke bawah, kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan permainan-permainan seperti taplak, congklak, perahu otok-otok, petak umpet, atau ‘tak benteng. Ya, permainan tersebut kini sudah bisa menjadi hal yang mampu membawamu bernostalgia ke masa kecil. Bermain bersama di malam libur sekolah bersama teman-teman rumah, wah, menyenangkan sekali.

IMG_20170222_183140

Itu sebelum hadirnya teknologi dan berbagai permainan modern. Juga sebelum tanah-tanah lapang diisi dengan bangunan seperti ruko dan apartemen. Kini, anak-anak yang lahir dan tumbuh di era digital seperti saat ini nampaknya sudah tidak lagi mengenal apa itu permainan bola bekel atau seperti apa bentuk mobil-mobilan dari kulit jeruk. Perubahan zaman telah meminggirkan permainan anak tradisional dari ruang kehidupan masa kini.

Fenomena ini membuat Endi Aras, pendiri Gudang Dolanan Indonesia, tergerak untuk melestarikan berbagai jenis permainan tradisional Indonesia. Dia pun ingin agar anak-anak sekarang setidaknya tahu dan mengenal berbagai permainan tradisional yang dimiliki Indonesia. Untuk itu, menggandeng Bentara Budaya Jakarta, diadakanlah pameran dan gelar permainan tradisional dengan tema “Menyelami Kegairahan Masa Kecil”.

IMG_20170222_182829

Tak kurang dari 100 jenis permainan tradisional, atau biasa disebut dolanan, dari berbagai daerah di Indonesia dihadirkan dalam pameran yang berlangsung pada 22 hingga 28 Februari ini. Tak hanya dolanan, dipamerkan juga karya dari pelukis asal Yogyakarta, Salatiga, dan Bodjonegoro dengan tema tak jauh dari dunia anak dan permainan.

Tahun ini, Endi Aras berencana untuk melakukan tur ke 100 kota dan kabupaten se-Jawa-Bali. “Pameran yang berlangsung di Bentara Budaya Jakarta ini adalah titik nol sebelum memulai tur tersebut,” ungkapnya pada pembukaan pameran Rabu (22/2) malam lalu.

Koleksi permainan tradisional miliknya sudah dikumpulkan sejak 2005. Hingga kini, Endi Aras bersama Gudang Dolanan Indonesia sudah beberapa kali mengadakan pameran dan acara gelar dolanan untuk mengenalkan ragam permainan tradisional kepada anak-anak. Endi mengadakannya di sekolah-sekolah, pusat-pusat kebudayaan, dan car free day.

IMG_20170222_182926
Meski awalnya pameran ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak masa kini kepada beragam permainan tradisional, efek nostalgia bagi mereka yang sekarang sudah menjadi orangtua atau memang menghabiskan masa kecil dengan berbagai permainan tradisional ini tidak terelakan. Hal tersebut terlihat dari wajah sumringah para pengunjung dewasa ketika menghampiri instalasi pameran yang memajang dolanan di ruang pameran utama Bentara Budaya Jakarta.

Sebagai warisan budaya, permainan tradisional ini juga sudah seharusnya dilestarikan agar tidak hilang begitu saja. Apa yang dilakukan Endi Aras bukanlah untuk melawan modernisasi dan teknologi yang berkembang saat ini. Inisiatifnya lebih bertujuan untuk memberi pilihan permainan selain gadget pada anak dan menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar tidak punah.

“Setiap permainan (tradisional) memiliki nilai-nilai. Sportivitas, kejujuran, kesederhanaan, kreativitas, kedisiplinan, dan kebersamaan adalah sebagian dari nilai yang terkandung di dalamnya. Jika permainan tradisional ini hilang, maka nilai-nilai tersebut juga akan ikut hilang,” kata Endi Aras.

IMG_20170222_182841

Tak hanya pameran, setiap harinya gelaran ini juga mengadakan berbagai workshop dan lomba permainan tradisional. Bagi kamu yang bosan bernostalgia akan kenangan bersama mantan kekasih, ada baiknya datang ke pameran ini. Di sini kamu bisa bernostalgia ke masa di mana hidup masih lebih menyenangkan dan sederhana dengan mencoba berbagai dolanan yang dipamerkan di sini. Kamu juga bisa mengajak anak atau keponakanmu ke sini untuk mengenalkan mereka dengan beragam permainan tradisional khas Indonesia.

SHARE
Sherly Febrina
Part-time journalist, part-time theatrical prostitute, full-time human being. Loves kretek like loving her life. Sounds paradox eh? ;)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here