Bercerita dalam Tulisan

0
32

Menulis adalah karya budaya manusia. Baik itu karya sastra atau karya ilmiah. Apalagi sebagai akademisi yang objeknya karya tulis (khususnya jurusan jurnalistik), menulis adalah makanan sehari–hari. Dalam ilmu teater pun karya tulis merupakan satu kesatuan dalam pementasan, yang terdapat dalam naskah drama.

Penulisan naskah drama memang sesuatu yang kompleks karena isinya merupakan refleksi dari kehidupan manusia. Tetapi, dari situ pula kita bisa tahu darimana dan bagaimana menulis dan terus berlatih menulis. Ada hal dasar yang perlu diperhatikan dalam menulis naskah drama. Pertama adalah tema. Kedua adalah tokoh yang biasanya terdiri dari tokoh-tokoh berkarakter baik dan buruk, karena kehidupan manusia tidak lepas dari hubungan sebab–akibat. Dari hal–hal dasar tersebut lahir kemudian jalan cerita, alur, latar tempat, waktu, dan hal pendukung lainnya.

Membuat karya tulis dapat juga diaplikasikan dengan cara mengambil satu tema besar yang ingin kita jadikan permasalahan, ditambah pendapat para narasumber yang pro dan kontra pada permasalahan tersebut, lalu disusun menjadi sebuah kronologi peristiwa didukung penjabaran fakta.

Dilihat dari sudut pandang sastra naskah drama, hukum Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Mengapa dan Bagaimana atau lebih terkenal dengan istilah What, Who, Where, When, Why, dan How (5W+1H) mengalami pengembangan. Antara lain what menjadi alur, who menjadi karakter, where menjadi latar, when menjadi kronologi adegan, why menjadi motif, dan how menjadi narasi.

Naskah drama pada dasarnya sama dengan karya tulis ilmiah atau laporan jurnalistik, “curhatan” sehari–hari buku harian atau bahkan coretan rumus matematika. Bahkan metode penulisan naskah drama dapat membantu bentuk dan isi tulisan kita lebih mendalam. Maka, goreskan pena dan berceritalah.

SHARE
Cikal Kinasih
Unit Kegiatan Mahasiswa IISIP Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here