Teater untuk Anak

0
36

Jujur, polos dan selalu ingin tahu. Itulah karakteristik anak–anak. Mereka juga suka melihat hal–hal baru disekitarnya, kemudin ditiru. Sifat alamiah ini membuat anak memiliki potensi berkesenian, salah satunya teater.

Kebanyakan orang melihat teater sebagai suatu pertunjukkan saja, padahal, proses berteater juga banyak memberikan manfaat kepada penggiatnya. Kreativitas, disiplin, tanggung jawab, kepekaan, kerja sama, semuanya terasah yang berujung pada peningkatan kualitas diri. Hal seperti itulah yang manusia butuhkan untuk menjadi manusia yang baik, dan alangkah bijaknya jika hal tersebut ditanamkan sejak usia dini.

Bagi anak, bermain teater banyak memberikan manfaat. Anak yang tidak berani berbicara di depan kelas, diasah kemampuannya agar di atas panggung berani disaksikan banyak penonton. Rasa percaya diri ini akan meresap ke dalam pribadi anak dan membawa pengaruh positif dalam kehidupan sehari–harinya. Bermain teater juga menumbuhkembangkan kemampuan anak dalam bergaul, berimajinasi, daya pikir, daya empati, daya apresiasi, sehingga membuat anak sadar dan peka akan situasi sosial, nilai kebersamaan, nilai tenggang rasa, dan lain sebagainya.

Anak juga akan belajar mengambil hikmah dari peran dan lakon yang dimainkannya dengan mengenal sisi baik dan buruknya. Pendekatan seperti ini akan lebih mudah bagi anak untuk memahami karena ia mengalami sendiri melalui perannya. Dari sini anak akan belajar bagaimana hidup sebagai manusia dengan manusia lain secara manusiawi dan dapat hidup seimbang dengan alam. Hal ini yang dimaksud dengan seni teater dapat digunakan mengembangkan “kecerdasan halus” anak. 

Tetapi, jangan lupa bahwa rasa bahagia adalah hal terpenting dalam proses teater. Seperti yang diungkapkan oleh Jose Rizal Manua, pendiri teater anak Teater Tanah Air, “Saya selalu mencoba menghindari intervensi dalam mengeluarkan potensi anak – anak. Tidak ada yang disuruh. Inti bermain teater adalah supaya kepribadian mereka muncul dan terbentuk saat akting”.

Bagi orangtua, dan anak yang akan menjadi orangtua, anggapan minor bahwa teater adalah kumpulan anak muda gondrong, perokok, tukang begadang, akan berubah jika teater bisa menunjukkan kualitasnya. Teater adalah tempat belajar, tanpa kurikulum, mengenai kehidupan. Teater itu menyenangkan.

SHARE
Sedang serius belajar komunikasi dan teater. Masih belum mampu untuk membedakan antara realis dan absurd.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here