Pecinan, Kawasan Isolasi yang Naik Kelas

0
39
Kredit foto: https://i843.photobucket.com/albums/zz352/loaloauk/Disney%20Planets/dragon26.jpg

Setiap kota-kota besar di dunia hampir bisa dipastikan memiliki kawasan Pecinan. Sebut saja London, New York, atau Melbourne. Tak ketinggalan Jakarta dan Semarang yang berada di Indonesia. Sedikitnya terdapat sekitar 35 kawasan Pecinan di 19 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Australia, Afrika, dan Amerika. Sebenarnya, apa sih kawasan Pecinan itu?

Kawasan Pecinan, atau sering disebut Chinatown, adalah sebuah wilayah yang didiami oleh para warga Tionghoa yang dulunya terpisah dan terisolasi dari warga non-Tionghoa yang jumlahnya lebih banyak. Perkembangan dari kebanyakan kawasan Pecinan biasanya dimulai dengan migrasi besar-besaran ke sebuah wilayah yang tidak terdapat warga Tionghoa maupun wilayah yang terdapat warga Tionghoa namun jumlahnya masih sangat sedikit.

Sebelum terjadinya emigrasi besar-besaran dari China karena ditandatanganinya Perjanjian Peking pada 1860, pusat-pusat perdagangan yang dihuni dan didominasi oleh orang-orang Tionghoa yang memiliki pasangan para perempuan lokal sudah lama ada dan mendiami hampir seluruh wilayah Asia Tenggara. Ini menjelaskan mengapa kawasan Pecinan selalu berada di wilayah kota besar atau pelabuhan sebuah negara. Para warga Tionghoa tersebut kebanyakan memang merupakan pedagang yang menyebar ke seluruh dunia setelah China membuka perbatasan negara dan membiarkan warganya untuk keluar dari negaranya.

Binondo dikenal sebagai kawasan Pecinan tertua di dunia. Berlokasi di Manila, Filipina, kawasan ini berdiri sejak 1594. Kawasan Pecinan di Indonesia, tepatnya di Jakarta, juga tak kalah tua dengan Binondo. Glodok yang kita kenal sebagai pusat berkumpulnya warga Tionghoa di Jakarta sudah ada sejak 1740.

Di dunia barat, orang-orang Tionghoa pertama kali muncul di Liverpool, Inggris, pada tahun 1830an. Saat itu kapal dagang dari China bersandar di dermaga pelabuhan Liverpool untuk memperdagangkan berbagai komoditas seperti sutera, kapas, dan wol. Kawasan Pecinan di Inggris baru berdiri pada pergantian abad ke-20. Kawasan ini berlokasi di wilayah Limehouse di East End, London. Warga Tionghoa di sana biasanya membuka usaha untuk melayani para pelaut China yang sering mengunjungi London Docklands. Saat itu, kawasan Pecinan di London mendapat reputasi buruk karena banyaknya rumah opium dan pemukiman kumuh.

Kawasan Pecinan di San Fransisco merupakan salah satu yang terbesar di Amerika Utara. Awalnya wilayah ini adalah pelabuhan tempat masuknya imigran China sejak tahun 1850an hingga 1900an. Dalam perkembangannya, wilayah ini diberikan oleh pemerintah kota dan pemilik tanah di San Fransisco untuk warga Tionghoa di sana sehingga mereka diperbolehkan untuk mendiami dan mewariskan hunian yang berada di bagian kota tersebut.

Kita dapat dengan mudah mengetahui apakah sebuah wilayah di negara yang kita kunjungi adalah kawasan Pecinan dari gapura besar berwarna merah yang disebut Paifang. Kadang gapura ini juga ditemani sepasang patung singa pelindung yang terdapat di kedua sisinya. Paifang biasanya memiliki tulisan khusus dalam bahasa China. Secara historis, gapura ini biasanya merupakan hadiah dari Republik Rakyat China kepada kota yang bersangkutan, pemberian pemerintah daerah (seperti kawasan Pecinan di San Fransisco), atau juga sumbangan dari perusahaan (biasanya yang juga dimiliki oleh warga keturunan Tionghoa).

Jika sedang berjalan-jalan di kawasan Pecinan, kita dapat dengan mudah menemukan tulisan-tulisan dengan huruf China. Banyak toko di kawasan ini menggunakan tulisan China pada papan toko mereka. Ada papan toko yang hanya menggunakan bahasa China saja, ada pula yang menyertakan bahasa Inggris (atau bahasa lokal) sebagai penanda toko mereka.

Apa saja yang bisa didapat di Kawasan Pecinan? Sekarang ini kawasan Pecinan dikenal memiliki berbagai hal yang berkaitan dengan dunia kuliner seperti restoran, toko makanan jadi, dan toko roti. Terdapat juga pasar tradisional yang menjual berbagai sayuran segar dan bahan makanan yang hanya terdapat di Asia serta supermarket yang memang keberadaannya sudah tidak asing lagi. Di beberapa negara, kawasan Pecinan juga dikenal sebagai pusat perdagangan barang-barang khusus seperti elektronik atau tekstil.

Kita bisa merasakan atmosfer yang sangat Tionghoa jika berada di kawasan Pecinan pada saat hari raya atau hari besar keagamaan. Contohnya seperti saat tahun baru Imlek. Sebulan menjelang tahun baru Imlek, biasanya kawasan Pecinan sudah ramai dengan ornamen-ornamen untuk memeriahkan tahun baru. Lampion serta para pedagang yang berjualan kue-kue dan buah-buahan khas Imlek dapat dipastikan memenuhi seluruh kawasan ini. Keramaian di kawasan Pecinan memuncak pada malam tahun baru Imlek. Pada waktu ini, di jalanannya sering diadakan festival untuk menyambut datangnya tahun yang baru. Di hari Imlek sendiri, kawasan ini masih ramai dengan orang-orang yang berangkat sembahyang dan pawai yang diisi oleh aksi Barongsai dan Liong.

Di era modern seperti sekarang, kawasan Pecinan tak lagi hanya dimanfaatkan sebagai pusat perdagangan. Kini kita bisa menjelajahi wilayah ini sambil mempelajari budaya dan memperhatikan kebiasaan yang dilakukan orang-orang Tionghoa yang tinggal di sini. Jadi selain sebagai pusat ekonomi etnis Tionghoa, kawasan Pecinan juga bisa dibilang merupakan pusat kebudayaan China yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

SHARE
Sherly Febrina
Part-time journalist, part-time theatrical prostitute, full-time human being. Loves kretek like loving her life. Sounds paradox eh? ;)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here