Semangat Lokal Rintis Potensi Internasional

0
28

Setelah delapan hari berjibaku mengubah gagasan menjadi kata, peluh menjadi gerak, dan suara menjadi penerjemah, bagi tubuh yang menproyeksikan lakon sebuah pertunjukan, ajang teater tahunan Festival Teater Jakarta (FTJ) menemui puncaknya, Jum’at (9/12) di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sejak hampir setengah dasawarsa, FTJ menjadi ajang kompetitif bagi kelompok teater dari lima wilayah di Jakarta, mulai selatan, timur, utara, barat, hingga pusat. Dalam perjalanannya, konsep yang ditawarkan selalu berkembang dan kontekstual terhadap jaman. ///TRANS><ISI// dipilih sebagai tema yang tepat, di mana FTJ mencoba menempatkan diri dalam konteks penting perubahan masa kini, baik di Jakarta, nasional maupun global.

Sebagai langkah awal merealisasikan tema, penutupan FTJ diisi oleh kelompok teater Semegiai Random 02 oleh MuDa, asal negeri sakura. Istimewanya, menurut Afrizal Malna, ketua komite Teater Dewan Kesenian Jakarta, MuDa menjadi gambaran seni masa kini dunia pertunjukan (teater, tari, musik dan seni rupa) harmonis dalam kesatuan.

“Kelompok mereka seperti sebuah perusahaan teknologi media dengan berbagai seniman lintas disiplin yang bekerja sebagai perancang dan pelaku pertunjukan,” tuturnya.

Perubahan demi perubahan terus digiatkan oleh ajang yang menghadirkan Autar Abdillah, Dindon W. S, Gandung Bondowoso, Hanafi, dan Nirwan Dewanto sebagai kurator ini, tuk memperbaiki konsep FTJ tiap tahunnya. Perbedaannya, selain menghadirkan MuDa (Jepang), FTJ 2016 dibuat sebagai serangkaian acara yang tak melulu pementasan teater , namun juga menghadirkan diskusi, lokakarya, dan pameran arsip. Sehingga ada menu alternatif untuk melihat unsur-unsur seni lain di balik teater.

Ke depan, Irawan Karseno, ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta berharap ajang FTJ dapat menghasilkan bukan hanya jawara teater baru tapi juga pemikiran-pemikiran yang berguna bagi dunia teater di Indonesia. “Tak lupa kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyiapkan ftj 2016, panitia, peserta dan khalayak penonton,” ungkapnya.

Daftar Peraih Penghargaan Festival Teater Jakarta 2016

Setelah menonton dan menilai 16 pertunjukan teater selama delapan hari berturut-turut, dewan juri FTJ dengan pedoman Surat Keputusan (SK) memutuskan pemenang Festival Teater Jakarta 2016, sebagai berikut:

Penata Musik Terbaik: Ian Maliki (Teater Kembali Satu) – Jakarta Barat

Penata Artistik Terbaik: Ahmad Sultan (Teater Poros) – Jakarta Pusat

Pemeran Wanita Pembantu: Siti Rukoyah sebagai Limbuk (Teater eL Nama) – Jakarta Selatan

Pemeran Pria Pembantu: Yuniarto Wibowo sebagai Sutradara (Teater Hijau 51) – Jakarta Selatan

Aktor Utama Terbaik: Sammy Rian Afanto sebagai Sutradara (Teater Hijau 51) – Jakarta Selatan

Pemeran Wanita Terbaik: Ratna Alfiani sebagai Guatnio (Teater Tanah Lie) – Jakarta Barat

Sutradara Terbaik: Budi Yasin Misbach (Teater Alamat) – Jakarta Barat

Pertunjukan Terbaik:

Teater Hijau 51 – Jakarta Selatan

Teater Alamat – Jakarta Barat

Teater Poros – Jakarta Pusat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here