Membangkitkan Suara-suara Mati yang Terkubur Sunyi

0
96

 

Konflik cinta, persahabatan, dan kebohongan adalah hal klasik yang tak pernah habis dipilih sebagai tema dalam sebuah cerita. Tak terkecuali untuk Sanggar Kreatif Teater Populer, yang membawakan lakon Suara-suara Mati, Jumat (3/12) di  Black Box Theater, Komunitas Salihara, Jakarta.

Tiap pengalaman manis pahit dalam hidup, meski sudah lalu namun tetap tumbuh menjadi kenangan yang sewaktu-waktu dapat kembali. “Masing-masing kenangan memiliki suara-suaranya sendiri, dan kita sangat mengenalinya, tak mungkin keliru,” kata sang suami yang diperankan oleh Slamet Rahardjo dalam lakon Suara-suara Mati.

Naskah yang disadur dari cerita Dode Klanken karya Manuel Van Loggem ini, menceritakan tentang suami istri yang usianya terpaut terlalu jauh. Sehingga kecurigaan timbul menjelma dinding kokoh antar keduanya.

“Aku lelaki tua yang renta dengan tangan pengkor sementara isteriku masih muda dan cantik. Sungguh kasihan dirinya, harus mengurus lelaki tua seperti aku,” sambung Slamet sembari membetulkan tangannya yang dililit perban.

Ditemui usai gladi resik, Slamet mengatakan naskah drama berdurasi 90 menit itu masih aktual jika dikaitkan dengan persoalan masa kini. “Cinta suami-istri, konflik, persahabatan, kebohongan yang dipendam adalah masalah-masalah yang terjadi di negara ini,” ungkapnya.

Kebohongan yang terpendam di sini bukan hanya melulu soal cinta, tetapi kasus korupsi, nepotisme dan tipu-tipu politik yang terjadi di negeri ini. The dark colour of my country, kata pria peraih Piala Citra 1975 ini.

Suara-suara seperti ketukan pintu yang memacu debar jantung, suara tangisan bayi dan suara halus kendang menjadi suara-suara yang direkam tokoh isteri, Artasya Sudirman tiap kali mengingat peristiwa dalam hidupnya.

Ia tak henti-hentinya dihantui oleh suara-suara mati dari kenangannya sendiri. Suara-suara itu pula yang menguak api cinta yang ternyata tumbuh subur di antara dirinya dan Jack Rachadian.

Sementara itu, dalam menuturkan kisah, emosi dan gerak tubuh diandalkan sebagai medium tuk menyampaikan pesan cerita. Tak lupa dentuman stik drum, tangisan bayi dan bantuan audio visual multimedia menjadi bentuk kongkrit, petunjuk bagi penonton untuk meraba alur cerita.

Jack Rachadian, tokoh sahabat dalam lakon ini memecah dialog antar sepasang suami isteri tersebut. Ketiganya akhirnya membuka tabir kisah kebenaran cinta, persahabatan dan kebohongan menjadi sebuah pembenaran.

Perkawinan Aktor Lintas Generasi

Teater populer yang berdiri sejak 14 Oktober 1968 ini, kembali menunjukan eksistensinya setelah lama tak terlihat di panggung teater. Teater yang melahirkan Slamet Rahardjo, Chirstine Hakim, Hengky Soleman, Niniek L. Karim dan Alm. Alex Komang, dalam pentas ini memperkenalkan aktor-aktor barunya.

Artasya Sudirman, Jack Rachadian, Eduwart Manalu, Riskia Ramadhina, Dicky Kurniawan, David Hagler, Adriel Situmorang dan Zamilia Sukardi beradu peran dengan aktor kawakan Slamet Rahardjo.

“Perkawinan” akting lintas generasi ini yang diamati pula oleh Andi Bersama atau yang akrab disapa Mas Ab ini, aktor sekaligus sutradara teater. “Terlihat ada perbedaan yang begitu jelas di“rasa”, bagaimana pengalaman hidup mengambil peran di sana. Terlihat pengalaman yang berbeda dalam menerjemahkan “rasa” di atas pentas antara aktor muda dan aktor sekaliber Slamet Rahardjo,” ungkapnya, usai pentas Jumat (2/12).

Andi menambahkan, meski terlihat ada perbedaan di antara aktor baru dan Slamet Rahardjo, pesan yang disampaikan lakon ini mampu dipahaminya dengan baik. “Inti dari naskah ini kan bercerita tentang kebohongan yang disembunyikan, sesuai dengan masalah kita di Indonesia. Banyak sekali masalah yang disembunyikan dan lama-lama terkuak juga,” sambung seniman yang juga aktif membina Sanggar Anak Bulungan (Sangabul) ini.

Konsistensi akting Slamet Rahardjo juga menjadi perhatian mas Ab, sebagai sutradara ia cukup mengikuti karir Slamet Rahardjo sebagai aktor. “Jika bicara soal kemampuan akting tentu tidak diragukan lagi.. Jika digambarkan dalam satu kata yang mewakili dirinya, adalah aktor,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here