Mengintip Ragam Layar Film Pendek Indonesiana

0
41

Indonesia memiliki sejuta pesona, kali ini bukan tentang pesona alam. Melainkan human interst, Indonesia punya banyak sineas muda baru yang berkarya. Film pendek dipilih sebagai wadah menyalurkan berbagai kreativitas.

Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional bulan ke-9, Galeri Indonesia Kaya, Kamis (21/01) menggelar Ragam Film Pendek Indonesia 999. Yang terdiri dari sembilan film pendek, berdurasi 9 menit di hari Film Nasional bulan ke-9.

Layar sinema dibuka dengan film pendek karya N. Priharwanto. Bakka Sendana, ayam jagoan milik Sampe yang sedang dimandikan. Dengan dialek Toraja, ayam jago ini akan dipertandingkan di sabung ayam. Di mana pertandingan ini bisa jadi arena terakhir bagi ayam manapun.

Film yang sudah diboyong ke berbagai festival lokal dan internasional ini, memotret realitas pertentangan antara adat dengan pasal. “Ini kebiasaan adat Kami, bukan judi,” ujar salah seorang pengadu ayam.

Tak hanya di Tanah Toraja, di Bali dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia pasal 303 KUHP ayat (1)tentang tindak pidana penjudian, seolah tak berlaku. Hukum pidana tak mampu menembus adat sabung ayam.

Meski mengaku bukan perjudian, nyatanya kegiatan ini menggunakan uang. Mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah. Perjudianpun tak terelakan. Namun di hari itu, Bakka Sendana yang biasanya memenangkan laga, harus kalah. Sampe percaya, akan ada Hari Yang Lain untuk Bakka Sendana.

Dipta Diwangkara tak ketinggalan dengan karyanya. Kali ini masih soal ayam, Dipta memotret kisah di balik pembuatan menu ayam di rumah makan Padang.

Film berjudul Jagal, ini ibarat film thriller versi ayam. Di mana darah dan pisau menjadi menu utama. Penonton yang menyaksikan film ini berkali-kali menjerit, ngilu melihat adegan sadisme pemotongan ayam. Ternyata di balik ayam goreng Padang yang enak, ada ayam-ayam yang dibunuh sadis.

Film-film selanjutnya, dijamin bebas dari ayam. Film pendek berjudul Cermin karya Sarah Adilah dan film horor tentang wewe gombel sehabis maghrib. Berhasil membuat penonton bergidik. Mungkin penonton rindu film horor yang bebas dari paha dan dada.

Ali-Ali Setan karya Putri Purnama berhasil mengubah ketakutan menjadi tawa lebar. Film yang menggunakan bahasa Jawa ini, menceritakan tentang dua pelajar Sekolah Dasar (SD) yang bertengkar karena ali-ali atau cincin akik.

Film pendek karya SMK Purbalingga ini, cukup pedas mengkritisi pejabat daerah Purbalingga yang memakai cincin batu akik, hingga di seluruh jari. Film terbaik kategori pelajar Psychofest 2015 berhasil disabetnya.

Empat film terakhir adalah Coblosan karya Putra Sanjaya, Pret karya Firman Widyasmara, Iman karya Nurul Ibrahim dan Amin karya Vedy Santoso.

Yang Penting Berkarya

Usai pementasan, Nurul Ibrahim (Iman), Firman Widyasmara (Pret), N. Priharwanto (Hari yang Lain untuk Bakka Sendana) dan Amriy Ramadhan (Sandekala) berbagi cerita tentang film-film pendek masing-masing.

N. Priharwanto mengatakan, film Hari yang Lain untuk Bakka Sandela adalah ketidaksengajaan. “Saya hanya punya waktu satu hari di sana. Sementara sabung ayam itu gak selesai sehari. Makanya saya bikin judulnya hari yang lain untuk Bakka Sandela. hahaha,” ujarnya antusias.

Lain lagi dengan Nurul Ibrahim (Iman), yang membuat projek film pendek ini sebagai batu loncatan. “Pengennya sih ya bikin film panjang, tapi gak ada investor. Ya sudah kami bikin film pendek dulu lah,” katanya.

Meski dalam banyak keterbatasan, keempat sineas muda ini sepakat untuk tetap berkarya. Keempatnya juga memberikan semangat kepada calon sineas muda lainnya, agar tidak ragu untuk berkarya melalui film pendek.

“Kalau gak punya kamera, cari temen yang punya. Kalo gak ada laptop untuk ngetik naskah film, pake kertas sama pensil. Pokoknya jangan jadiin alat sebagai penghalang,” sambung pria asal Bandung itu menutup perbincangan. Yang disertai senyum simpul penonton yang hadir. Ada aroma kepuasan dari mata penonton yang hadir, mereka pulang membawa energi untuk memulai berkarya.

SHARE
Selira Dian
Jurnalis paruh waktu. Pembaca purna waktu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here