Intelektualitas Menuju Peningkatan Kapasitas

0
32

Intelektualitas. Mahasiswa adalah manusia terpilih yang memiliki kesempatan untuk meningkatkan kadar intelektualnya. Tak semua orang berkesempatan untuk menjadi mahasiswa. Dalam pelbagai situasi, mahasiswalah yang dapat bersikap independen tanpa tedeng aling-aling kepentingan manapun.

Dengan independensi yang kuat, mahasiswa harusnya dapat mengkritisi setiap informasi yang didapat. Terutama konten media mainstream dengan berbagai kepentingan dibaliknya. Masyarakat terperangkap oleh kesimpangsiuran konten media tanpa tahu mana yang bisa dianggap benar. Pada situasi ini diharapkan mahasiswa, sebagai pihak yang berdiri secara independen, mempunyai tugas untuk membongkar apa yang ada dibalik konten media dan memicu masyarakat berpikir kritis. Harapan terbebankan pada diri mahasiswa, mahasiswa adalah harapan bagi masyarakat.

Masyarakat memerlukan alternatif media untuk mendapatkan informasi yang lebih objektif, jujur, tanpa adanya kepentingan penguasa yang membungkusnya. Mereka mencari alternatif, akibat kebosanan pada media mainstream. Sehingga medial atrnatif semakin memiliki banyak peminat. Berbagai informasi yang lugas, yang dianggap tabu oleh media mainstream, dapat dengan mudah ditemui dalam media-media alternatif, sebagai pembongkar kepalsuan media arus utama.

Zaman sekarang, untuk bisa terjun langsung meyuarakan aspirasi mereka, setiap orang dapat menyebarkan informasi mempergunakan jejaring sosial, termasuk menyalurkan pandangan dan pemikirannya dalam menyikapi suatu isu yang berkembang di masyarakat. Informasi yang tersebar pun menjadi lebih beragam dan masyarakat mempunyai pilihan sudut pandang untuk mengonsumsi informasi. Sadar ataupun tidak,mereka telah bertindak sebagai media alternatif. Mahasiswa, tentu memiliki peran untuk menjadikan media alternatif tersebut berguna dan ideal. Bukan untuk mengutuk media yang sudah ada, namun berusaha menciptakan media yang independen.

Seringkali, mahasiswa yang memiliki kadar intelektual merasa belum mempunyai kapasitas untuk menciptakan media yang merdeka. Kapasitas seolah-olah menjadi momok yang menghambat untuk berkarya. Tak adanya kepekaan akan kepentingan masyarakat, membuat para mahasiswa bersikap acuh dengan informasi yang merugikan masyarakat. Keberanian untuk membongkar konten media mainstream hanya sebatas wacana tanpa realisasi. Padahal, kapasitas tak akan pernah bertambah tanpa adanya sebuah keberanian untuk bertindak menghancurkan mitologi media yang sudah terlanjur dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Kesempatan untuk meningkatkan kadar intelektual terdapat pada setiap individu yang berani berubah, mulai menciptakan alternatif bagi masyarakat. Dan, intelektualitas merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk meningkatkan kapasitas.

SHARE
Bayu Adji P
Wartawan, namun masih berharap menjadi detektif flamboyan yang sering dipesan untuk mencari kebenaran pesanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here