Pesona Pekerja dalam Pameran Fok’r

0
34

Tembok di sebuah gang samping kampus IISIP Jakarta tidak terlihat seperti biasanya, tembok itu dihiasi mural-mural berkelir hitam putih berbentuk roll film yang memanjang. Terdapat gambar yang berisi jokes ringan mengundang tawa sebagai prolog sebelum melihat foto-foto pameran. Adalah Forum Kreatifitas (Fok’r) yang menyulap tembok pembatas antara kampus dan warga Lenteng Agung menjadi galeri pameran fotografi bertemakan pekerja.

Acara yang digelar dari tanggal 4-8 Novemeber ini dimulai dengan tradisi woro-woro di sekitar kampus. Dua pria mengenakan baju perempuan mengundang perhatian. Mereka bersolek bak pekerja, yang menginformasikan kepada masyarakat kampus bahwa Fok’r akan mengadakan pameran. Usaha itu tak sia-sia. Total 200 pengunjung dari dalam dan luar kampus hadir dalam pameran agenda rutin Fok’r.

Empat puluh satu bingkai foto berjajar rapi yang membuat pengunjung makin tertarik melanjutkan dari satu bingkai ke bingkai lainnya. Tema pekerja sendiri adalah inspirasi dari Hari Buruh Internasional yang berlangsung bulan Mei, bulan untuk hunting foto.

“Kami angkat tema pekerja karena aktifitas bekerja macam-macam, awalnya mau angkat buruh tapi terlalu sempit lingkup profesinya,” terang Ajeng selaku ketua pelaksana pameran.

Secara kuantitas, ada 14 orang anggota Fok’r berpartisipasi dalam pameran ini. Ajeng juga menambahkan bahwa ada suka dan duka dalam mencari foto sesuai teknik yang tepat, yaitu kala hunting foto bersama teman dan menemukan objek yang sama, maka harus ada yang rela kalah saat dikurasi. “Jadi lebih baik hunting sendiri.. hehe…”

Lokasi pameran yang terletak di tembok luar kampus menjadi cerita unik tersendiri. Menurut tradisi, dari angkatan pertama mereka kerap kali mengadakan pameran di luar tembok kampus.

“Iya sudah sering pameran di sini. Harapan kami biar semua orang bisa lihat, bukan hanya mahasiswa saja, pameran itu gimana semua warga bisa lihat,” lanjut Ajeng.

Bukan tanpa resiko menggelar pameran di ruang terbuka. Pasalnya, setiap kali hujan semua anggota harus dibuat repot untuk ke 41 bingkai foto yang dipamerkan.

“Ya kami sudah tahu resiko hujan dari awal, tapi memang harus buat di sini jadi kalau hujanpun tidak jadi soal,” lanjutnya.

Fok’r memberikan waktu enam bulan untuk mengumpulkan foto. Bebagai lokasi pekerja seperti Muara Angke, bahkan ada yang berlokasi di luar pulau Jawa, tak lepas dari bidikannya. Foto tersebut mengangkat aktiftas pekerja di lapangan. Dari tukang bangunan hingga pekerja kantoran.

Kritik sosial juga digambarkan melalui lukisan cahaya tersebut, polusi udara akibat asap kendaraan, kerasnya kehidupan kerja di Jakarta, teriknya cuaca ibukota hingga kebahagiaan seorang anak yang belajar jadi pekerja. Semua foto itu seolah bercerita kepada pengunjung yang melihat.

Sesuai namanya, Forum Kreatifitas tidak hanya bicara soal fotografi dalam kreasinya tapi juga ada teater dan mural. “Jadi di sini kami tidak hanya motret tapi yang punya hobi gambarpun tersalurkan. Tembok itu contohnya, anggota kami sendiri yang menggambarnya. Untuk teater kami juga pernah tampil diacara Kremmasi dan untuk acara selanjutnya kami pasti buat pameran lagi tapi tidak melulu foto, teater dan mural juga terus kami kembangkan,” tutup Ajeng.

SHARE
Selira Dian
Jurnalis paruh waktu. Pembaca purna waktu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here