Banyak Jalan Menuju Sehat

0
47

“Orang Miskin Dilarang Sakit!” ungkapan yang menggambarkan betapa mahalnya pengobatan di negeri ini. Belum lagi maraknya pemberitaan malpraktik menambah kekecewaan masyarakat terhadap pengobatan medis. Menyikapi hal ini, teknik dan obat-obatan alternatif banyak bermunculan. Salah satunya, jamu.

Tidak ada data yang pasti mengenai awal perkembangan jamu di Indonesia. Penemuan prasasti Madhawapura yang menyebutkan tentang seorang peracik jamu atau yang dulu dikenal dengan acaraki, menimbulkan dugaan jamu sudah berkembang sejak jaman Kerajaan Majapahit.

Belum semua jamu diakui khasiatnya secara klinis. Masih banyak perusahaan produsen jamu kemasan yang nakal enggan melakukan uji preklinis dan klinis. Jumlah peneliti yang sedikit, biaya yang relatif mahal, kurangnya teknologi dan waktu yang relatif lama menyebabkan kurangnya penelitian akan jamu. Namun hal ini tidak menyurutkan minat masyarakat, karena manfaat jamu sudah dibuktikan dari generasi terdahulu. Jika tidak yakin dengan jamu instan pabrikan yang kabarnya dicampur dengan obat-obatan medis, bahan baku jamu mudah didapat dan pengolahannya pun bisa dipelajari dan dilakukan siapa saja.

Sejauh ini, sedikit sekali pemberitaan tentang efek samping yang ditimbulkan oleh jamu, dibandingkan dengan obat-obatan kimia yang memiliki beberapa zat yang tidak larut dalam tubuh dan dapat tertimbun dalam ginjal atau beberapa obat kimia yang dapat menyebabkan ketergantungan atau dosis yang lebih tinggi jika dikonsumsi terus-menerus. Ini disebabkan karena jamu berasal dari tumbuh-tumbuhan alami dan bukan merupakan reaksi kimia yang sintetis.

Pengetahuan akan kearifan lokal bangsa ini kian berharga ditengah kesimpangsiuran produk asing di pasaran. Karena ternyata, budaya bangsa kita adalah budaya luhur yang fleksibel dan relevan dengan perkembangan jaman. Kepekaan untuk mencari manfaat dari budaya bangsa bisa meningkatkan kualitas hidup dan memperteguh jatidiri kita sebagai bagian dari bangsa ini.

SHARE
Nanda Fitri Supriani
Lulusan jurnalistik yang lulus dengan indeks prestasi di atas tiga. Mencoba bahagia dengan cara tersendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here