Mallasung Manu, Usaha Meminta Jodoh

0
2

Di Indonesia, terhampar ribuan pulau dengan keanekaragaman tradisi dan adat masyarakatnya. Seperti di provinsi Kalimantan Selatan, Suku Mandar yang berdomisili di sana memiliki tradisi muda-mudi yang disebut Mallasung Manu.

Mallasung Manu adalah sebuah upacara yang dilaksanakan dengan tujuan mempermudah para pemuda dan pemudi dalam menemukan jodoh atau pasangan hidup. Dari Pulau Laut menuju Pulau Cinta –pulau kecil yang konon berbentuk hati, upacara ini biasa diadakan pada bulan Maret-April.

Dalam Mallasung Manu, para muda-mudi berangkat dari Pulau Laut menggunakan sebuah perahu dengan membawa seekor ayam jantan atau betina menuju Pulau Cinta. Sesampainya di Pulau Cinta, ayam-ayam tersebut dilepas diatas sebuah batu besar yang bagian tengahnya terdapat sebuah belahan sepanjang 10 meter.

Setelah itu, mereka akan mengikatkan sebuah pita atau tali plastik yang telah diisi batu atau sebuah sapu tangan di ranting pohon yang terdapat di Pulau Cinta. Hal ini melambangkan kelak ketika menemukan jodoh, maka perjodohannya akan abadi hingga maut yang memisahkan.

Di kemudian hari, bila muda-mudi tersebut telah menemukan jodoh atau pasangan hidup, mereka akan kembali lagi ke Pulau Cinta menggunakan perahu klotok (perahu rakyat yang biasa dijadikan alat transportasi di beberapa daerah Nusantara) berhiaskan kertas warna-warni untuk mengambil pita atau tali plastik yang pernah mereka ikatkan di pohon Pulau CInta sebagai bentuk bahwa permohonan mereka telah terkabul. Keberangkatan mereka akan ditemani oleh sanak saudara dengan membawa makanan khas yaitu sanggar –pisang kepok yang digoreng dengan balutan tepung beras dan gandum serta campuran gula dan garam– dan teh panas. Ritual kedua ini juga merupakan permohonan agar dalam kehidupan berumahtangga selalu dibimbing menjadi keluarga yang sejahtera.

Upacara Mallasung Manu selalu ramai dipertontonkan baik oleh wisatawan lokal maupun internasional. Dalam pelakasanaannya, upacara ini dimeriahkan oleh berbagai tari-tarian adat. Peran pemerintah yang peduli juga terlihat dengan diadakannya berbagai perlombaan untuk memeriahkan acara ini.

SHARE
Nanda Fitri Supriani
Lulusan jurnalistik yang lulus dengan indeks prestasi di atas tiga. Mencoba bahagia dengan cara tersendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here