Dua Dekade Fok’r Berkreativitas

0
32

Ada suasana yang berbeda ketika melewati Tikma (Tikungan Maut) IISIP Jakarta. Tepatnya di ruang pimpong, tempat di mana mahasiswa biasa bermain tenis meja, bingkai-bingkai foto ditata begitu rapi sejajar. Rasa penasaran jelas memenuhi kepala setiap orang yang lewat.

Saat memasuki ruangan, dua mahasiswa menyodori buku tamu. Sudah banyak rupanya nama-nama yang datang berkunjung. Adalah Forum Kreativitas  (Fok’r) yang menjadi biang keladi dari berubahnya ruang pimpong menjadi galeri foto.

Pameran foto ini berlangsung sejak tanggal 24-29 Maret 2014. Seluruh foto yang dipamerkan  berasal anggota Fok’r yang menyumbangkan foto dan dipilih yang terbaik untuk dipamerkan.

Rambo, selaku ketua pelaksana acara ini menjelaskan bahwa persiapan pameran ini cenderung sebentar. “Kami menyiapkan waktu dua minggu untuk menggelar pameran ini, seminggu untuk eksekusi dan seminggu lagi untuk display,” papar Rambo.

Pameran Fok’r kali ini memang cenderung sederhana, kalau tidak bisa dibilang seadanya. Namun ini hanyalah salah satu acara sebelum acara puncak dari peringatan 21 tahun Forum Kreativitas.

“Acara ini hanya pre-show, karena Fokr sendiri berulang tahun pada tanggal 29 Mei. Nantinya kami akan membuat acara puncaknya. Soal tempat, kami masih mencari tempat yang cocok untuk itu,” lanjut pria yang juga gemar meniup terompet ini.

Dilihat dari usianya, Fok’r telah menjelma dari sebuah keluarga besar. Ketika ditanya mengenai jumlah anggota Fok’r di kampus IISIP Jakarta sendiri, Rambo mengaku kesulitan menyebut jumlahnya, “Berapa ya? Saya juga lupa karena banyak sekali dan hilir mudik terkena seleksi alam, tapi kami lebih senang menyebut komunitas kami sebagai keluarga bukan anggota.”

Tak mudah memepertahankan sebuah komunitas hingga menginjak usia dua dekade. Rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat nampaknya telah mendarah daging di tubuh mereka. Pantaslah Fok’r yang sudah berumur dua dekade lebih hingga kini masih hidup dan terus berkarya, melukis dengan cahaya menangkap realita dan momen-momen yang menarik.

SHARE
Selira Dian
Jurnalis paruh waktu. Pembaca purna waktu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here