Budaya Menulis Nusantara

0
38

Menulis sudah dibudayakan oleh para leluhur kita di nusantara dari ratusan tahun yang lalu. Pendahulu kita sudah mengerti akan pentingnya karya tulis ataupun karya sastra sebagai dokumen atau rekaman sejarah agar dapat dimanfaatkan sebagai pembelajaran bagi generasi yang akan datang, dan pengetahuan-pengetahuan tersebut tidak hilang.

Diantara karya sastra kuno itu, adalah Suluk Tembangraras atau yang lebih sering dikenal sebagai Serat Centhini, hasil rekaman pengelanaan tiga pujangga keraton Surakarta, yaitu Ranggasutrasna, Yasadipura II (Ranggawarsita I), dan Sastradipuraatas perintah Sunan Paku Buwana V. Pengelanaan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun tidak hanya kearifan lokal dari sepanjang tanah Jawa, namun juga penyimpangannya. Penulisan Serat Centhini berbentuk tembang macapat. Pertemuan-pertemuan umum di luar keraton menjadi sarana publikasi pada zaman itu sehingga berbagai kalangan mudah menyerapnya.

Proses penulisan Serat Centhini dilakukan dengan matang. Segala yang tertulis merupakan hasil observasi langsung, pencarian jati diri, pembelajaran dari tokoh-tokoh Jawa kuno, perjalanan spiritual, sampai perjalanan haji. Proses ini dapat menjadi pembelajaran bagi generasi sekarang. Menulis tidak hanya sebatas curhat, pamer aktivitas atau tanggapan sepihak. Menulis adalah proses penemuan saripati kehidupan. Dengan menulis, kita akan terbiasa untuk merekam dan mengendapkan hal-hal yang kita alami sehingga terbentuk kedewasaan yang makin matang. Seperti pada kisah pencarian jati diri tokoh Cebolang yang bak Cassanova, begitu liar menuruti nafsu biologis, akhirnya sampai juga pada pertobatan dan penemuan hakikat kehidupannya.

Betapapun luhurnya suatu pemikiran dan berharganya suatu pengalaman, bisa saja luruh jika tak didokumentasikan. Kesadaran menulis adalah bekal berharga menuju kedewasaan, namun jangan lupa, di tingkat Taman Kanak-kanak pun, sebelum menulis diajarkan membaca.

SHARE
Nanda Fitri Supriani
Lulusan jurnalistik yang lulus dengan indeks prestasi di atas tiga. Mencoba bahagia dengan cara tersendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here