Siar, Daur Baur: Efek Rumah Kaca yang Menjadi Pandai Besi

0
7

Yogyakarta kembali menggelar Festival Film Dokumenter (FFD) untuk keduabelas-kalinya, yang berlangsung dari 9 – 14 Desember. Seperti yang tertera di jadwal,Jumat (13/2) adalah saatnya sebuah film dokumenter bertajuk “Siar, Daur Baur”–yang tak lain adalah sebuah dokumentasi audio visual tentang Pandai Besi garapan Dana Putra dari Gundala Pictures- ditayangkan dalam rangkaian FFD, setelah sebelumnya diputar perdana dalam RRREC Festival #3 di Jakarta.

Bertempat di Amphitheatre, Taman Budaya Yogyakarta, film berdurasi 122 menit ini memberikan visual tentang proses Efek Rumah Kaca (ERK) berubah menjadi Pandai Besi serta proses rekaman yang mereka lakukan di Lokananta, sebuah studio legendaris di kota Solo.

Sepanjang film, disuguhkan penampilan live Pandai Besi dengan visualisasi yang cukup menarik. Diawali dengan “Hujan Jangan Marah”, tata cahaya yang membawa nuansa sedikit gloomy membawa penonton ikut merasakan aura megahnya studio Lokananta, yang juga pernah merekam pidato-pidato Presiden Soekarno.Beberapa gambar yang menghadirkan para personilnya menceritakan bagaimana mereka merombak lagu-lagu ERK. Pengakuan mereka pun, bahwa tidak mudah bagi mereka untuk mengulik dan merekamnya secaralive, menjadi salah satu adegan yang menarik. Tak ketinggalan, penggambaran proses take berulang-ulang untuk sembilan lagu, yang kini sudah bisa dinikmati dalam album bertajuk “Daur Baur”.

Sebuah cerita tentang bagaimana mereka akhirnya bertemu dan memutuskan untuk membentuk Pandai Besidari banyak perbedaan karakter antara Cholil Mahmud (vokal), Akbar Bagus Sudibyo (drum), Airil “Poppie” Nurabadiansyah (bas, vokal latar), Andi “Hans” Sabarudin (gitar), Muhammad Asranur (piano), Agustinus Panji Mahardika (terompet), Irma Hidayana, Nastasha Abigail dan Monica Hapsari Abdurrachman (vokal latar).

Selain itu, kehadiran anak dari Cholil dan Irma pada beberapa scene memberikan gelak tawa akan tingkahnya yang lucu dalam rangkaian wisata mereka. Perjalanan rekreasi yang didokumentasikan ini memberikan gambaran bahwa mereka pun mendapatkan angin segar sebagai Pandai Besi, apalagi setelah hampir empattahun ERK vakum dalam proses penggarapan album ketiga karena kondisi Adrian yang tidak fit. Selain itu,kesenangan dalam bermain musik yang berubah menjadi sebuah rutinitas mengikuti jadwal panggungsemakin mengekang. Pandai Besi pun menjadi salah satu penemuan bahwa mereka masih bisa bermusik tanpa  keharusan untuk memenuhi jadwal.

Ketika Dana Putra menempatkan penampilan Pandai Besi menyanyikan lagu “Menjadi Indonesia” pada akhir film, tergambar kesan bahwa ada banyak cara untuk membuat kita menjadi lebih segar dan untuk membuat sesuatu yang lebih baik juga. Mungkin lagu-lagu yang mereka aransemen terdengar aneh atau bahkan rasanya janggal di kalangan penikmatnya, namun terlepas dari semua itu, Pandai Besi tidak kehilangan dukungan dari masyarakat.

SHARE
Adelina MK Raynata
Astronaut Girl has been living on Earth since 1994 to spread stars in the sky.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here