Aroma Jawa Barat di Pameran Foto Kaphac 32

0
6

Sore itu, suasana tampak tak biasa di area food court  Depok Town Square (Detos). Terlihat beberapa orang mengenakan blangkon di kepala atau selendang batik di pinggangnya, sibuk berlalu-lalang. Untuk beberapa saat, Detos terasa begitu kental dengan kebudayaan Jawa Barat. Adalah Kaphac 32, sebuah unit kegiatan mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, dalang dari penyulapan sebuah mall, yang identik dengan gaya hidup kekinian, menjadi kental dengan budaya lokal.

Suasana kemeriahan dari panggung sederhana di antara meja-meja makan, menggambarkan pembukaan pameran foto Kaphac 32 yang digelar pada 18 Oktober yang lalu. Pameran yang  berlangsung  pada 18-25 oktober 2013 ini, menyuguhkan  berbagai foto yang diambil dari 13 daerah di Jawa Barat.

Acara ini dibuka oleh penampilan dari Kremmasi dengan memainkan musik sampah, di mana alat yang digunakan adalah barang-barang bekas. Dilanjutkan dengan penampilan dari Teater Kinasih yang menambah heboh suasana pembukaan pameran dengan pertunjukan parodinya. Ada pula sekelompok penari yang membawakan tarian Jaipong dengan gemulainya. Dosen IISIP Jakarta Rachman Achdiat, yang akrab di panggil bang Boim, juga ikut membuka acara tersebut. Tidak lupa sang kurator pameran, Feri Latief, photo contributor National Geographic Indonesia, ikut memberikan sekapur sirihnya di hadapan para pengunjung.

Ketua umum Kaphac 32 Singgih Wahyu Febriat Moko, yang lebih familiar dengan nama Pakde, menjelaskan, “Kenapa kita mengusung tema Jawa Barat, karena Jawa Barat punya budaya yang tidak kalah hebat dibanding budaya lain di Indonesia. Persiapan kita kurang lebih setahun, dan hunting di 13 daerah di Jawa Barat. Salah satunya Garut.”

Jawa Barat memiliki budaya sangat menarik. Keseniannya yang sering kita jumpai diantaranya adalah Wayang Golek, Jaipong, Angklung, Batik, dan banyak lagi. Selain kesenian tersebut,  Jawa Barat juga memiliki kesenian yang tidak kalah menariknya. Adalah Tarling atau gitar suling merupakan salah satu kesenian musik dari Cirebonyangmengusung aliran dangdut. Tarling sering dianggap masayarakat luas kurang etis karena goyangan penyanyinya yang seronok. Jawa Barat pun sering dkaitkan dengan Tarling, yang dianggap tidak etis.

Namun Kaphac 32 memamerkan sisi lain Jawa Barat yang jauh dari isu seronok khas Pantura. Pameran yang memasang foto para petani sedang membawa gabah sebagai masterpiece ini seakan mengajak para pengunjung masuk ke dunia yang dekat namun perlahan terlupakan. Foto-foto yang dipamerkan seakan berkata bahwa masih banyak kebudayaan Jawa Barat selain Tarling. Salah satunya adu domba khas Garut. Dalam salah satu foto, terlihat ada dua domba yang sedang beradu kepala, menunjukkan betapa adu domba merupakan kebudayaan kita yang sudah mengakar.

“Setiap foto punya karakter yang kuat. Ditambah lagi dengan adanya penjelasan isi foto yang nambah wawasan tentang Jawa Barat.  Pokoknya aroma Jawa barat banget deh,” ucap Mega, salah seorang pengunjung yang hadir malam itu.

SHARE
Ahmad Alfian
Kuliah jurnalistik di IISIP Jakarta. Senang melihat benda langit, seperti lampu bohlam. Penikmat seni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here