Bertindak, Berkarya, Agrariskan Negeri!

0
25

Salam budaya!

Berkarya dalam berkesenian selalu saja lekat dengan isu hangat yang terjadi di sekitar kita. Pada kesempatan ini Buletin Kinasih bermaksud mengangkat isu bidang pertanian, mengingat kontradisi negara kita yang terkenal dengan sebutan negara agraris, namun untuk makan tempe saja sudah mulai susah.  Ada apa dengan kedelai? ada apa dengan tanah? ada apa dengan petani? Ada apa dengan pemerintah?

Sebagai negara agraris, Indonesia seharusnya menjadi negara yang memberi makan dunia, tapi pada kenyataannya Indonesia belum mampu untuk mewujudkannya bahkan di negrinya sendiri. Padahal kemampuan suatu negara untuk mencukupi kebutuhan pangan bagi warganya merupakan faktor kritis yang menentukan apakah suatu negara dapat menegakkan kedaulatannya khususnya kedaulatan pangan.

Sektor pertanian sepertinya sudah kehilangan gairah sehingga mahasiswa di bidang pertanian ketika lulus kuliah lebih memilih bekerja di bank, menjadi sineas, wartawan bahkan lebih memilih menjadi politikus. Kelangkaan hasil bumi lokal terlihat jelas, di mana kita akan lebih mudah menemukan apel  washington dan apel fuji dibanding apel malang.

Lalu kita sebagai pekerja seni, mahasiswa dan masyarakat, apa yang bisa kita lakukan? Tak perlu revolusioner seperti  membangun partai politik atau mencalonkan diri jadi presiden. Lakukan hal kecil namun berarti, seperti yang dilakukan Bang Idin di kali Pesanggrahan. Berkaryalah dengan kesadaran lingkungan yang tinggi dan bermanfaat, jangan hanya bertanya dan protes, cari solusi dan lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here