Instanisasi Selembar Sirih

0
16

Hijau, daun berbentuk jantung, meruncing tampak tajam, berbatang bulat, tumbuh menjalar di pohon lain, bahkan sampai ke tembok-tembok bangunan dan mempunyai berbagai macam khasiat. Menurut wikipedia, sirih merupakan tanaman asli Indonesia. Berbagai versi menceritakan asal-usul tanaman sirih dalam kebenarannya masing-masing. Seiring dengan jalannya waktu, sirih telah menjadi bagian dari tradisi bangsa Indonesia.

Sirih, khususnya daun, dikenal sebagai obat alami. Tidak hanya untuk obat, masih banyak segudang manfaat dari daun sirih. Di Kalimantan, sirih juga digunakan sebagai simbol untuk upacara adat seperti penyambutan tamu, pernikahan, dan lainnya. Secara umum, masyarakat Indonesia saat ini hanya mengenal sirih sebagai obat alami yang diberikan secara turun menurun dari nenek moyang.

Sebagai obat, daun sirih dapat digunakan untuk menghilangkan bau badan, mimisan, diare, radang tenggorakan, membesihkan daerah kewanitaan dan masih banyak lagi. Daun sirih umumnya digunakan sebagai pembersih daerah kewanitaan. Para kaum ibu lebih senang menggunakan daun sirih secara alami daripada harus membeli pembersih dalam kemasan karena lebih murah, dan mereka kebanyakan adalah ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu luang. Namun, hal serupa tidak berlaku pada anak muda umumnya.

Dengan berkembangnya zaman, kealamian daun sirih telah dapat dirasakan dalam kemasan yang bisa dibeli di pasar. Kealamiannya perlahan mulai tercampur dengan zat-zat kimia, yang mungkin berbahaya. Generasi saat ini nyatanya lebih senang untuk merekonstruksi nilai-nilai dan tata cara yang telah ada. Anak muda, sebagai generasi baru, lebih memilih menggunakan daun sirih dalam kemasan dengan alasan lebih terpercaya, praktis dan efisien. Mayoritas anak muda sering mengidentikkan penggunaan daun sirih alami sering dengan selera nenek-nenek zaman dahulu. Tak hanya itu, mereka pun beralasan, kelangkaan daun sirih di kota-kota besar untuk tidak memakai daun sirih secara alami. Masyarakat tak lagi mau berlama-lama mengolah daun sirih. Semua sudah tersedia di pasar. Begitu banyak alasan untuk tidak menggunakan daun sirih alami, tapi lebih dari itu, ada sesuatu yang hilang dari generasi baru. Proses.

Masyarakat –khususnya anak muda- saat ini telah melupakan proses pengolahan. Proses, dinilai sebagai sesuatu yang hanya membuang-buang waktu. Semua ingin yang praktis tanpa peduli dengan kualitas yang didapat. Instan telah didewakan.

Tapi, tidak selamanya yang instan itu buruk. Segala sesuatu dapat dinilai baik dan buruknya tergantung pada kesadaran dalam penggunaannya. Sadar akan bahaya kebiasaan instan, sadar dengan kualitas yang menurun, sadar dengan efisiensi waktu bila harus melalui proses. Terlalu banyak melakukan sesuatu yang instan dapat menyebabkan penurunan kualitas diri. Sedangkan, melulu berlama-lama mengikuti proses pun menyebabkan pikiran dan pemahaman seseorang terhadap nilai-nilai baru akan tertinggal.

Namun, proses harusnya dijadikan “penawar” bagi generasi yang terlanjur tenggelam dalam kebiasaan instan.

SHARE
Bayu Adji P
Wartawan, namun masih berharap menjadi detektif flamboyan yang sering dipesan untuk mencari kebenaran pesanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here